Kamis, 16 Agustus 2012

Kenapa Bibir Bisa Sumbing ??

Selain faktor keturunan ( Genetik ) Kekurangan gizi diindikasikan sebagai penyebab utama kasus bibir sumbing. Seringkali terjadi diawali pada janin dalam kandungan yang masih berusia 3 (tiga) bulan. Hal tersebut diungkapkan Ketua sekaligus Direktur Rumah Sakit Permata Sari Semarang, Endang Sri Sanastri, Sabtu (10/3). “Ada beberapa fakor penyebab terjadinya kasus bibir sumbing, namun yang paling sering adalah karena kekurangan asupan gizi,” kata Endang.

Pernyataan Endang disampaikan di depan penderita dan keluarga berpenyakit bibir sumbing dan kelainan langit-langit mulut. Mereka adalah peserta operasi bibir sumbing gratis yang diadakan di RS PKU Muhammadiyah Nambangan, Selogiri, Wonogiri.
“Bibir sumbing diawali dari janin dalam kandungan, dan biasanya saat sejak usia janin tiga bulanan,” terang Endang lagi. Pihaknya menghimbau para ibu hamil untuk selalu memperhatikan asupan makanan yang bergizi supaya bayi yang akan dilahirkannya terbebas dari penyakit kelainan itu. “Sebenarnya masih ada faktor penyebab yang lain, seperti genetik atau keturunan, juga kandungan air mineral yang dikonsumsi ibu hamil kurang unsur seng,  namun kedua faktor ini kecil prosentasenya,” tambahnya.

Penyebab lain dalam hal ini banyak para ahli mengindikasikan bahwa bibir sumbing dapat terjadi karena penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid oleh ibu hamil. Namun penelitian terbaru menemukan bahwa pemakaian steroid tidak bertanggung jawab terhadap lahirnya bayi bibir sumbing.

Penelitian sebelumnya, mengujicobakan pemakaian kortikosteroid pada binatang. Hasilnya hewan hamil yang menggunakan steroid membuat bayi-bayi hewan tersebut lahir dengan bibir dan mulut cacat. Namun risiko tersebut tidak berlaku pada manusia.

Penelitian yang dilakukan Dr. Anders Hviid dan Dr. Ditte Molgaard-Nielsen dari Statens Serum Institut Kopenhagen, Denmark telah menemukan bahwa steroid yang digunakan ibu hamil dengan sangat jelas tidak berhubungan dengan penyebab bibir sumbing.

Kandungan steroid terdapat pada obat-obatan seperti asma, eksim, alergi, penyakit autoimun dan Multiple Sclerosis. Untuk riset tersebut, penelitian dilakukan selama 12 tahun pada periode 1996-2008 terhadap 832.636 kelahiran bayi hidup di Denmark. Hasilnya, tidak ada beda antara ibu hamil yang menggunakan steroid dan yang tidak menggunakan steroid pada triwulan pertama kehamilan terhadap kelahiran bayi sumbing.

Memang dalam kasus kelahiran 832.636 kelahiran bayi hidup tersebut terdapat 1.232 bayi lahir sumbing, namun itu bukan penyebab karena ibu hamil yang memakai steroid. Dari keseluruhan ibu hamil itu, pemakaian steroid hanya 6 persen karena ibu hamil mengalami sakit pernapasan yang menggunakan obat semprot steroid pada triwulan pertama kehamilan.

"Memang tidak ada obat yang aman 100 persen yang digunakan selama kehamilan, tetapi kejadian bibir sumbing terbukti tidak terkait dengan steroid," kata Dr Hviid seperti dilansir dari medindia, Minggu (29/5/2011).

Hal sama diungkapkan Dr. Ditte Molgaard-Nielsen yang mengatakan ibu hamil yang menggunakan steroid selama triwulan I tidak ditemukan kasus yang lebih banyak dibandingkan pada wanita hamil yang tidak menggunakan steroid. Namun ia mengingatkan ada beberapa kortikosteroid untuk kasus dermatologi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko bibir sumbing pada bayi.

Namun kedua ilmuwan tersebut menyarankan agar ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan hendaknya berbicara dengan dokter untuk penggunaan steroid agar diberikan dosis rendah saja untuk menyembuhkan penyakitnya.
Meski tidak terkait langsung dengan penyebab bibir sumbing, penggunaan steroid pada ibu hamil sebaiknya dihindari karena memang sulit untuk mengatakan aman terhadap pemakaian obat-obatan selama masa kehamilan.

Bibir sumbing adalah cacar lahir yang dialami ribuan bayi di dunia setiap tahunnya. Hingga kini penyebab bayi bibir sumbing masih belum jelas. Dugaan terbesarnya masih karena faktor genetik atau pembelahan sel yang tidak sempurna.

Bibir sumbing sudah terjadi pada janin usia 5-9 minggu yakni ketika mulai terjadi proses pembentukan mulut dan langit-langit mulut. Saat itulah diduga terjadi pembelahan sel tidak sempurna yang bisa akibat janin kekurangan zat besi atau mengalami radiasi.

Operasi bibir sumbing adalah jalan terbaik untuk memperbaiki kelainan ini. Bayi dengan bibir sumbing harus mendapatkan perawatan gigi khusus untuk membentuk kembali rahang atasnya sebelum dilakukan operasi perbaikan bibir.

Dengan operasi bibir sumbing anak akan memiliki ucapan yang baik, memperbaiki penampilan wajah dan memudahkan fungsi rahang dan gigi untuk menggigit.

Sebagian besar penderita cacat bibir sumbing di Asia khususnya di Indonesia dialami oleh masyarakat menengah kebawah, sehingga dapat dipastikan selain dari faktor genetik juga besar kemungkinan dari faktor asupan nutrisi ketika sang ibu hamil pada triwulan pertama kehamilan. Berdasarkan jumlah kasus yang ada, banyak dari para penderita belum bisa melaksanakan operasi perbaikan dikarenakan faktor biaya, sehingga saat ini telah banyak Yayasan-yayasan sosial memberikan operasi Gratis bagi para penderita bibir sumbing & langit2 sumbing, salah satunya dapat meng-add facebook clpcentre.bdg@gmail.com .

Dalam hal ini, bagi sebagian besar masyarakat kita banyak yg meyakini hal-hal mitos sebagai penyebab bibir sumbing, akan tetapi terlepas dari hal tersebut diharapkan selain memberikan pelayanan operasi bibir sumbing gratis, pihak-pihak terkait memberikan langkah-langkah prevetif untuk mencegah terus bertambahnya kasus bibir sumbing pada masyarakat , seperti memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat luas khususnya masyarakat pedalaman tentang pentingnya asupan nutrisi pada ibu hamil dan hal-hal apa saja yg seharusnya dijauhi ketika mereka sedang hamil. Sehingga diharapkan dengan adanya penyuluhan tersebut, masyarakat memahami tentang penyebab-penyebab dan langkah apa yg dapat diambil jika salah satu keluarga mereka mengalami bibir sumbing. Hal terpenting yang perlu difahami masyarakat adalah bahwa bibir sumbing bukanlah KUTUKAN, sehingga mereka justru menyembunyikan para penderita bibir sumbing di dalam rumah yang mana hal tersebut dapat mematikan hubungan sosial mereka dengan lingkungan sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar